Kita dihidupkan oleh tujuan-tujuan kita di dalam kehidupan yang tidak ada tujuan.. itulah mengapa keadaannya terus berulang.
Sudah sejak saat itu aku menyadarinya. Namun dihari inilah aku bisa menulisnya.
Aku akhirnya menyadari tidak ada yang benar - benar salah dan tidak ada yang sepenuhnya benar. Apapun yang kau yakini, bagaimana caramu memahami berjalannya dunia, caramu berpikir, caramu bertindak, sudut pandangmu, pengalamanmu, lingkunganmu, dan dari semua rasa yang telah kau terima.
Tidak ada fakta mutlak yang menyatakan kau benar dan salah akan semuanya itu.
Apakah karena kita hidup dalam apa yang kita sebut dengan waktu, sehingga semuanya menjadi relatif.
Semua hal ini hanya membawaku pada ketidaktahuan yang lebih besar. Semakin banyak yang kulihat, semakin banyak yang kudengar, semakin banyak rasa yang kuterima, semakin aku tidak mengerti, semakin aku tidak mengetahui untuk apa semua ini.
Orang - orang meneriakkan harapan.
Orang - orang memujanya.
Tetapi semuanya hanya semakin mengaburkan pandanganku.
Apa sebenarnya tujuan kita?
Ini bukan Kegilaan tetapi adalah Kekosongan.
Kekosongan yang diiris dengan Kekosongan.
Pagi ini terlintas beberapa hal yang membuatku berpikir sejenak. Beberapa dari kita mungkin ada yang sering bertanya dalam hidupnya,
apakah kita dalam menjalani hidup hingga saat ini sudah sesuai dan harusnya memang seperti ini?
Apakah kita berada pada tempat yang benar?
Jawaban yang aku temukan adalah saat aku melihat kepada orang - orang di sekeliling ku. Seandainya aku membuat satu saja keputusan yang berbeda dalam hidupku, maka aku mungkin tidak akan bertemu orang - orang ini. Seandainya saja aku membuat pilihan dan tujuan yang berbeda saat ku melangkah, maka aku tidak akan berada di tempat yang sama saat kami pertama bertemu.
Kenapa aku menulis hal seperti ini...
Aku mencoba belajar untuk bagaimana memaknai sejatinya kehidupan ini.
Karena dengan berbagai banyaknya pilihan, banyaknya kemungkinan, aku tidak akan mengenal mereka yang selama ini ada di sekitarku. Tapi nyatanya, aku dipertemukan dengan mereka semua.
Mari renungkan hal itu.
Dengan hal ini aku semakin yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu melihat dan menuntunku untuk mengambil setiap keputusan dan langkah di dalam kehidupanku.
Dan satu hal yang bisa kunyatakan untuk menutup tulisan ini..
Kita akan tua dan mati suatu hari, tapi percayalah Tuhan tidak akan berpaling sedetikpun dari dirimu.
Setiap orang pasti tidak akan pernah menunjukkan seluruh kepribadiannya di depan orang lain. Aku yakin akan hal itu.
Setiap orang punya sisi gelap yang tidak pernah ditunjukkan.
Setiap orang punya sisi gelap yang tidak pernah ditunjukkan.
Hanya dirinya yang mengetahui.
Aku disini berbicara bukan tentang ilmu psikologi. Aku sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu. Aku juga bukan orang yang bisa baca pikiran orang lain. Hanya belajar dari sekitar ku. Dari yang ku alami setiap hari.
Aku disini berbicara bukan tentang ilmu psikologi. Aku sama sekali tidak mengetahui tentang hal itu. Aku juga bukan orang yang bisa baca pikiran orang lain. Hanya belajar dari sekitar ku. Dari yang ku alami setiap hari.
Aku sering memperhatikan setiap orang yang aku jumpai. Melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda.
Apakah aku melangkah terlalu jauh?
Tapi aku merasa aneh.
Tapi aku merasa aneh.
Pernahkah kalian melihat orang-orang menertawakan hal yang terlalu biasa? Seolah itu sangat lucu.
Aku merasa mereka mengetahui dan paham itu hal yang 'garing', tapi mereka tetap tertawa.
Itu sungguh terpaksa.
Aku merasa mereka mengetahui dan paham itu hal yang 'garing', tapi mereka tetap tertawa.
Itu sungguh terpaksa.
Seakan hanya untuk memenuhi kriteria sebagai 'makhluk sosial'.
Aku kembali memperhatikan.
Mereka berkumpul dalam kelompok. Seseorang mulai bercerita tentang dirinya. Yang lain nya menimpali dengan bercerita tentang dirinya. Mereka berbicara seolah tidak ingin kalah tapi juga tidak ingin menang.
Kelebihan diri menjadi senjata dalam perang yang tak jelas tujuannya itu.
Sungguh obrolan yang tak menarik.
Aku kembali memperhatikan.
Mereka berkumpul dalam kelompok. Seseorang mulai bercerita tentang dirinya. Yang lain nya menimpali dengan bercerita tentang dirinya. Mereka berbicara seolah tidak ingin kalah tapi juga tidak ingin menang.
Kelebihan diri menjadi senjata dalam perang yang tak jelas tujuannya itu.
Sungguh obrolan yang tak menarik.
Tapi mereka asik didalamnya.
Terkadang salah satu dari mereka merasa tidak senang, kemudian di lain waktu berkata-kata dibelakang.
Terkadang salah satu dari mereka merasa tidak senang, kemudian di lain waktu berkata-kata dibelakang.
Aku diam dan merenung..
ternyata ini Obrolan Sampah.
Ketika tidak tahu lagi apa yang ingin dilakukan...
Zona nyaman...
Ketika bingung dengan tujuan...
Bingung dengan pilihan...
Hidup tanpa target...
Kesepian...
Kesedihan...
Kesendirian...
Hilang arah...
Tersesat di dalam pikiran...
Rasa takut yang tak beralasan...
Pikiran yang terlalu simple...
Khayalan yang terlalu kuat...
Lemah...
Tanpa semangat...
Kemurungan...
Kebencian...
Demotivasi...
Rasa dendam...
Rasa berdosa...
Keras Hati...
Keegoisan...
Rasa tidak peduli...
Kepura-puraan
Kemalasan yang berlebihan...
Zona nyaman...
Ketika bingung dengan tujuan...
Bingung dengan pilihan...
Hidup tanpa target...
Kesepian...
Kesedihan...
Kesendirian...
Hilang arah...
Tersesat di dalam pikiran...
Rasa takut yang tak beralasan...
Pikiran yang terlalu simple...
Khayalan yang terlalu kuat...
Lemah...
Tanpa semangat...
Kemurungan...
Kebencian...
Demotivasi...
Rasa dendam...
Rasa berdosa...
Keras Hati...
Keegoisan...
Rasa tidak peduli...
Kepura-puraan
Kemalasan yang berlebihan...
Dapatkah menghancurkan nya...?
Mental Block.
Kali ini aku akan membahas sebuah lagu dari Band yang sangat fenomenal pada masa nya, band favorit ku...
MY CHEMICAL ROMANCE.
Dengan Lagunya yang berjudul, 'I Never Told You What I Do For A Living'.
My Chemical Romance, adalah salah satu band Rock Alternative asal New Jersey, yang sangat booming pada masa itu. Sekitar tahun 2004 keatas. Meskipun sekarang sudah bubar, tapi lagu" mereka masih wajib ku dengarkan sampai sekarang.
Itu terlihat dari lirik ini ;
And it's better off this way...
Kisah ini berakhir dimana si pria kembali ke Neraka... karena bagaimanapun di sudah penuh dengan dosa karena telah membunuh banyak orang. Sedangkan si wanita kembali lagi ke Surga, karena dia tentu tidak bersalah akan apapun, sebab dia hanya mencintai seorang pria dengan setulus hatinya. Just an Innocent girl.
See you next time
Dengan Lagunya yang berjudul, 'I Never Told You What I Do For A Living'.
My Chemical Romance, adalah salah satu band Rock Alternative asal New Jersey, yang sangat booming pada masa itu. Sekitar tahun 2004 keatas. Meskipun sekarang sudah bubar, tapi lagu" mereka masih wajib ku dengarkan sampai sekarang.
Fans nya pun masih bertebaran dimana-mana.
Band ini pertama kali ku kenal dari teman SMP. Dia bilang band keren nih.. Jadi aku coba dengarin.
Walaupun waktu itu aku agak kurang asupan soal musik rock.. Hahaha.
Jadi sekedar dengar aja, dan ternyata setelah lama dengar jadi suka juga akhirnya.
Aku sendiri memang rada addictive sama musik" tempo cepat dengan emosi yang terlihat jelas, jadi setelah dengar MCR, terasa cocok denganku.
Gerard Way sang vokalisnya pun, meskipun bukan salah satu vokalis dengan suara terbaik (menurutu ku. ✌), tapi memang menyatu sekali dengan musiknya MCR.
Inilah yang membuat makna setiap lagu MCR tersampaikan.
Merasa totalitas dan suara hati keluar ketika mendengarkan lagu" mereka.
Merasa totalitas dan suara hati keluar ketika mendengarkan lagu" mereka.
Ya, mungkin ini juga jadinya yang membuat mereka sering disebut sebagai band EMO.
Dan dari sekian banyak lagu hebat mereka, Lagu inilah salah satunya yang terbaik menurutku.
Bagi orang-orang yg mungkin mengenal lagu-lagunya MCR hanya melalui album The Black Parade, harus coba mundur ke belakang ke tahun 2004 dimana album Three Cheers For Sweet Revenge dirilis,
yang sebenarnya dalam album ini juga terdapat lagu yang sangat terkenal seperti 'Helena' ataupun 'I'm Not Okay'.
![]() |
Source : Wikipedia |
'I Never Told You What I Do For A Living' atau yang dalam bahasa Indonesia menjadi judul dari tulisan ini, adalah lagu pada urutan ke 13 atau lagu penutup atau terakhir dari Album ke 2 MCR 'Three Cheers For Sweet Revenge'.
Dan menurut hasil pengamatanku, lagu ini juga yang menjadi penjelasan dari kisah yang dibawa oleh album ini.
Lagu ini jarang (bukan tidak pernah..) dibawakan secara live ataupun pada saat konser mereka.
Tidak ada yang tahu kenapa.
Apakah karena sulit dibawakan (lagu ini memiliki tempo cepat dan dipadukan dengan scream vokal), atau karena makna dalam lagunya itu sendiri.
Yang jelas lagu ini sangat jarang dibawakan.
Aku sudah coba cari kemana-mana video live atau konser yang dimana memungkinkan mereka membawakan lagu ini..
hasilnya yang kutemukan hanya ada beberapa saja, dan itupun hanya diawal album ini keluar.
Tapi bisa saja ini terjadi karena besarnya lagu" lain, seperti, 'Helena, Welcome to Black Parade, Cancer, Teenagers, The Ghost of You, Famous Last Word, dan lagu-lagu hebat lainnya yang lebih di terima pasar. Ya begitulah. Komposisi musik lagu ini cukup segmented.
Contoh saja pada saat konser 'Venganza!' yang difilmkan di Meksiko tahun 2007, konser ini khusus membawakan lagu-lagu di album Three Cheers, tapi tetap tidak dibawakan lagu yang satu ini.
Fix lagu ini jadi Underated Song nya MCR.
kerena dari yang aku perhatikan, sebenarnya banyak juga fans yang suka dengan lagu ini. Dan mereka mungkin juga punya pertanyaan yang sama denganku, kenapa lagu ini jarang dibawakan secara live.
Ya.. sepertinya hanya MCR yang tahu.
Ok. sekarang aku akan menceritakan arti atau makna dibalik lirik lagu ini menurut interpretasi atau sudut pandangku.
Bisa saja ini belum sesuai atau berbeda dari versi MCR nya sendiri.
Beberapa fans ada yang membandingkan kisah lagu ini lebih bagus dari ending Twilight.. Hahaha.
Mungkin hanya sebagai ✌ 'ejekan' ✌ akan kesalnya mereka untuk film saduran novel itu.
Kita mulai...
Jadi lagu ini berkisah tentang seorang pria dan wanita yang meninggal saat berkendara bersama dalam sebuah perjalanan yang melewati Savana (Ini ada pada Lagu Demolition Lovers di Album Sebelumnya 'I Brought You My Love, You Brought Me Your Bullets') .
Setelah kecelakaan itu, mereka menuju alam kematian (akhirat) ...
Sang wanita ternyata masuk ke dalam Surga, tetapi si pria dimasukkan ke dalam Neraka.
Sungguh hal yang memilukan bagi pasangan ini.
Dalam penyesalannya si pria hanya bisa meratap akan kisah hidupnya yang selama ini dia jalani.
Dia merenungi kesalahan - kesalahan yang dia perbuat selama masih hidup di bumi.
Tapi baginya itu semua tidak seberapa, dibandingkan karena terpisahnya dia dangan kekasih yang sangat dicintainya. Jika ada satu kesempatan, dia berharap bisa besama-sama dengan kekasihnya.
Tiba-tiba satu ide muncul dikepalanya...
Si pria menemukan satu rencana yang bisa membuat dia keluar dari sini. Dia berencana untuk membuat kesepakatan kepada Setan si Iblis salah satu penguasa Neraka,
Si pria menyampaikan apa yang dia inginkan ke pada Setan,
yaitu agar bisa bertemu kembali dengan wanita nya. Dan diberikan kesempatan kedua untuk hidup bersama.
Mendengar keinginan si pria, Setan pun mengabulkan apa yang diinginkan si pria.
Tapi perjanjian ini tentu membutuhkan syarat.
Syarat dari permintaan itu adalah,.. si pria Harus membunuh 1000 jiwa sebagai korban pengganti dirinya di Neraka.
Mendengar hal itu Si pria pun menyanggupinya. Tentu di dalam pikirannya tidak ada yang dapat menghalangi keinginannya ini.
Bersama dengan orang yang dia cintai adalah tujuannya sekarang.
Setelah menyanggupi kesepakatan itu, Si pria keluar dari Neraka dan mengalami lahir kembali hidup di bumi..
Sepanjang hidupnya, dia menargetkan orang-orang yang akan dibunuhnya.
Dia membunuh mereka satu persatu dan dengan berbagai cara.
Ada yang ditabrak, ditenggelamkan, dan lain sebagainya.
hingga akhirnya
1000 jiwa telah mati.
Selesainya tugas ini..
Setan kemudian mengabulkan permintaan nya.
Wanita nya ditarik dari surga dan dibangkitkan ke bumi.
Si pria sangat senang dan mereka bersama kembali...
Wanita nya ditarik dari surga dan dibangkitkan ke bumi.
Si pria sangat senang dan mereka bersama kembali...
Itu terlihat dari lirik ini ;
...And we'll all dance alone to the tune of your death
We'll love again, we'll laugh againAnd it's better off this way...
Sungguh membahagiakan..👌
Tapi apakah ini sebuah kisah yang Happy Ending?
Sayangnya tidak begitu.
Setan kemudian menyadari kalau yang dibunuh oleh pria itu adalah orang" jahat, yang notebane adalah pengikutnya di bumi.
Setan merasa tertipu tentang hal ini..
Dia kemudian membisiki orang-orang yang mungkin adalah polisi atau penegak hukum di bumi untuk mengejar dan membunuh si pria itu.
Alasan mereka bahwasanya si pria tersebut adalah pelanggar hukum berat, seorang kriminal yang telah membunuh 1000 orang.
Hal itu tentu saja hal yang normal di bumi.
Akhirnya mereka berdua ditemukan oleh para penegak hukum itu sedang bersama di sebuah altar peribadatan...
Ya.. merek sedang dalam proses acara pernikahan..
Melihat hal itu tanpa pikir panjang dan karena sudah dipengaruhi oleh Setan,
salah seorang polisi menembak 2 peluru tepat di kepala mereka, 1 untuk si pria itu dan yang ke 2 untuk si wanita.
Dan akhirnya mereka... meninggal di tempat.
Itu terlihat dari lirik ini ;
...And never again, and never again
They gave us two shots to the back of the head
And we're all dead now...
They gave us two shots to the back of the head
And we're all dead now...
Di pengiring menuju akhir dari lagu ini, berisi teriakan-terikan kesedihan dari si pria, bagaimana dia hanya ingin berbuat baik meskipun dia tau bahwa yang dilakukan nya adalah sebuah kesalahan.
Kisah ini berakhir dimana si pria kembali ke Neraka... karena bagaimanapun di sudah penuh dengan dosa karena telah membunuh banyak orang. Sedangkan si wanita kembali lagi ke Surga, karena dia tentu tidak bersalah akan apapun, sebab dia hanya mencintai seorang pria dengan setulus hatinya. Just an Innocent girl.
.
.
.
Bagaimana..?
Kisah yang menarik kan... Meskipun mengandung unsur" yang agak mengerikan.. Hahaha,
Kisah yang menarik kan... Meskipun mengandung unsur" yang agak mengerikan.. Hahaha,
Tapi jika di dalami makna dari lagu ini, kita dapat menemukan arti dari Cinta Sejati.
Kesedihan sangat terasa di dalamnya.
Sangat hebat Gerard Way, sang vokalis membawakan lagu ini.
Ok. Terima Kasih sudah membaca postingan kali ini. Memang udah kepikiran dari lama buat nulis ini.
Semoga ke depan makin semangat terus untuk menulis hal-hal yang tidak penting ini.. Hahaha.
Sipp. Jangan lupa dengarin lagu nya.
See you next time
Keep listening.